Budaya minum teh
merupakan sebuah tradisi yang sudah dilakukan oleh masyarakat Jepang dari dulu
hingga kini. Upacara minum teh ini merupakan upacara penyambutan tuan rumah
kepada tamu dengan cara menyajikan teh. Teh disiapkan secara khusus dan
dinikmati oleh sekelompok tamu diruangan khusus minum teh, yang disebut chashitsu.
Pada
umumnya, upacara minum teh ini menggunakan teh bubuk matcha
yang
terbuat dari teh hijau halus yang sudah digiling halus, selain itu bisa juga
menggunakan teh hijau jenis sencha
Aliran
dalam upacara minum teh
- - Sansenke: aliran yang dimulai oleh Sen no Shōan yang merupakan anak dari istri muda Sen no Rikyū dan diteruskan oleh garis keturunan keluarganya hingga sekarang. Aliran sansenke terdiri dari:
·
Omotesenke
·
Urasenke
- Sōtanryū - Aliran yang dilahirkan Sensōtan (anak Sen no Shōan) dan murid-muridnya. Selain aliran Sansenke, aliran Matsuoryū, aliran Yōkenryū, aliran Sōhenryū, aliran Fusairyū dan aliran Hisadaryū juga masih merupakan garis keturunan Sotanshitennō.
- Sakaisenke - Keluarga utama Senke. Sen no Dōan (putra sah Sen no rikyū) merupakan penerus keluarga Senke, tapi garis keturunannya terputus.
Pengalaman
yang saya dapatkan pada kelas Cha-no-yu
(茶の湯) ini adalah saya jadi tahu bahwa
setiap proses yang dilakukan ternyata memilki makna. Selain itu saya jadi tahu
sebelum minum teh harus menghabiskan kue manis untuk menghindari rasa pahit
dari teh tersebut.
Sumber:
Buku:
The Magic Of Tea
The Japanese Mind
No comments:
Post a Comment