Wednesday, June 26, 2013

Cha-no-yu (茶の湯)


 


Budaya minum teh merupakan sebuah tradisi yang sudah dilakukan oleh masyarakat Jepang dari dulu hingga kini. Upacara minum teh ini merupakan upacara penyambutan tuan rumah kepada tamu dengan cara menyajikan teh. Teh disiapkan secara khusus dan dinikmati oleh sekelompok tamu diruangan khusus minum teh, yang disebut chashitsu






 
Pada umumnya, upacara minum teh ini menggunakan teh bubuk matcha yang terbuat dari teh hijau halus yang sudah digiling halus, selain itu bisa juga menggunakan teh hijau jenis sencha 

 
  
 
Aliran dalam upacara minum teh
  • - Sansenke: aliran yang dimulai oleh Sen no Shōan yang merupakan anak dari istri muda Sen no Rikyū dan diteruskan oleh garis keturunan keluarganya hingga sekarang. Aliran sansenke terdiri dari:
·         Omotesenke
·         Urasenke
·         Mushanokōjisenke
  • Sōtanryū - Aliran yang dilahirkan Sensōtan (anak Sen no Shōan) dan murid-muridnya. Selain aliran Sansenke, aliran Matsuoryū, aliran Yōkenryū, aliran Sōhenryū, aliran Fusairyū dan aliran Hisadaryū juga masih merupakan garis keturunan Sotanshitennō.
  • Sakaisenke - Keluarga utama Senke. Sen no Dōan (putra sah Sen no rikyū) merupakan penerus keluarga Senke, tapi garis keturunannya terputus.
Pengalaman yang saya dapatkan pada kelas Cha-no-yu (茶の湯)  ini adalah saya jadi tahu bahwa setiap proses yang dilakukan ternyata memilki makna. Selain itu saya jadi tahu sebelum minum teh harus menghabiskan kue manis untuk menghindari rasa pahit dari teh tersebut.

Sumber:

Buku:

The Magic Of Tea
The Japanese Mind
                                                            

No comments:

Post a Comment