Kimono dan yukata adalah pakaian tradisional Jepang. Kimono
yang terbuat dari sutra dan biasanya sangat mahal. Saat ini mereka dikenakan
pada acara-acara formal atau tradisional seperti pemakaman, pernikahan atau
upacara minum teh. Untuk
memakai kimono membutuhkan beberapa latihan. Terutama mengikat sabuk (obi).
Alas kaki sewaktu mengenakan kimono adalah zōri
atau geta.
Dalam
keseharian nya pakaian ini sangat jarang digunakan. Alasannya adalah selain
karena dianggap tidak praktis juga karena harganya mahal. Selembar kimono yang
paling sederhana harganya bisa mencapai belasan juta per potong apalagi jika
ditambah dengan desain yang khusus.
Kimono
dapat dipakai laki-laki maupun perempuan. Beberapa jenis kimono:
1.
Kimono
Kurotomesode yaitu kimono yang paling formal untuk digunakan menghadiri resepsi
pernikahan dan acara resmi lainnya. Ciri khasnya ada motif lambang keluarga
yang terletak pada tiga sisi punggung, dada bagian atas kanan kiri dan bagian
belakang lengan.
2.
Kimono
Homongi adalah kimono yang digunakan oleh wanita yang sudah menikah. Digunakan
untuk menghadiri resepsi pernikahan, tahun baru atau upacara minum teh
3.
Kimono
Furisode adalah kimono yang dikenakan oleh wanita muda yang belum menikah.
Cirinya adalah bagian lengan yang menjuntai ke bawah. Digunakan untuk
menghadiri upacara seijin shiki ,
resepsi pernikahan teman atau upacara wisuda
4.
Kimono
Iromuji adalah kimono semiformal, tetapi bisa dijadikan formal bila memiliki
lambang keluarga. Dapat digunakan pada acara pernikahan jika jumlah lambang
keluarga ada lima. Tetapi jika hanya satu , pakaian ini dapat digunakan saat
acara minum teh
Yukata
adalah jenis kimono yang dibuat dari bahan kain katun tipis tanpa pelapis.
Dibuat dari kain yang mudah melewati angin agar badan menjadi sejuk di sore
hari. Yukata dibuat dengan jahitan lengan lurus dan melebar. Seperti kimono,
yukata menggunakan warna-warna cerah dan pola-pola yang berani. Anak-anak
menggunakan yukata yang warna-warni, perempuan menggunkan yang motifnya bunga
dan wanita yang lebih tua menggunakan yukata biru tua dengan pola geometris
Pengalaman saya selama mengikuti kelas kimono dan yukata ini membuat wawasan saya bertambah. Saya jadi tahu bagaimana sulit nya mengikat obi saat memakai kimono dan juga kenapa yukata saat ini lebih dipilih oleh masyarakat Jepang dibadingkan kimono.
Sumber:
Buku:
Kimono: Fashioning Culture
Vanishing Japan: Traditions, Crafts & Culture
Vanishing Japan: Traditions, Crafts & Culture
No comments:
Post a Comment